Blogger Templates

Senin, 15 Oktober 2012

tugas teori ekonomi 1

TUGAS TEORI EKONOMI 1
DI SUSUN OLEH :
DWI ANGGRAINI               22211224
LINDA FATMAWATI ALFI 28211700
OKTAVIA RAHMI               25211450
KELAS : SMAK 05
DOSEN : Dr. Prihantoro
1.      Normal good         :  Suatu barang yang akan mengalami peningkatan jumlah permintaan apabila  terjadi kenaikan pada pendapatan. Dan sebaliknya ketika pendapatan mengalami penurunan maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan menurun.
Contoh                 : Disaat pendapatan masyarakat rendah, jumlah permintaan terhadap barang mewah seperti mobil akan sedikit. Akan tetapi, apabila pendapatan masyarakat mengalami peningkatan maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan mengalami peningkatan.
Bentuk kurva : 
 Keterangan :
Titik A : pada saat pendapatan sebesar $ 4000,- maka barang yang diminta sebanyak 100 pon/tahun.
Titik B :  pada saat pendapatan sebesar $ 6000, maka barang yang diminta sebanyak 200 pon/tahun.
Titik C : pada saat pendapatan sebesar $ 8000, maka barang yang diminta sebanyak 300 pon/tahun.
Titik F : pada saat pendapatan sebesar $ 10000, maka barang yang diminta sebanyak 350 pon/tahun.
Titik G : pada saat pendapatan sebesar $ 12000, maka barang yang diminta sebanayak 390 pon/tahun.
Titik H : pada saat pendapatan sebesar $ 14000, maka barang yang diminta sebanayak 400 pon/tahun.
Titik J : pada saat pendapatan sebesar $ 16000, maka barang yang diminta sebanyak 350/pon. (titik jenuh)
Titik K : pada saat pendapatan sebesar $ 18000, maka barang yang diminta sebanyak 250/pon.
·         Dari keterangan diatas dapat disimpulkan, bahwa pendapatan masyarakat mulai dari $ 2000 sampai meningkat menjadi $ 14000 akan terus mempengaruhi peningkatan permintaan masyarakat terhadap suatu barang tersebut, hingga pada saat titik J mengalami titik jenuh yang mengakibatkan mulai berkurangnya jumlah barang yang di minta.
3.   Neutral good        :  Suatu barang yang tidak mengalami suatu perubahan permintaan (tetap), meskipun pendapatan mengalami peningkatan maupun penurunan.
Contoh                  :  Barang-barang kebutuhan pokok seperti, Beras, gula, garam, alat tulis dll.
Permintaan terhadap beras dan terhadap buku tulis tidak mempunyai hubungan sama sekali. Maksudnya perubahan permintaan dan harga beras tidak mempengarungi permintaan buku tulis dan begitu pula sebaliknya.
5.   Complement goods  :  Apabila suatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain  tersebut.
Contoh                  :  Gula adalah barang pelengkap kepada kopi atau teh , karena pada umumnya kopi dan teh yang kita minum harus di bubuhi gula. Dan apabila permintaan terhadap kopi atau teh bertambah, maka permintaan terhadap gula cenderung bertambah juga. Sebaliknya, apabila permintaan kopi dan teh semakin sedikit maka permintaan terhadap gula cenderung mengalami penurunan.
7.   Pengaruh pajak terhadap inflasi
Kebijaksanaan Fiskal Untuk Menutup Gap Inflasi Dan Deflasi Jika tingkat kegiatan ekonomi riel lebih besar daripada tingkat kegiatan ekonomi potensial atau yang seharusnya wujud (PNB-riel > PNB-potensial) sehingga terdapat jurang inflasi, maka pengeluaran pemerintah sebaiknya dikurangi, dan jumlah pajak ditingkatkan, atau kombinasi keduanya. Berkat pengaruh Keynes pada saat dimana perekonomian memanas atau terjadi booms, dimana tingkat kegiatan ekonomi sangat tinggi, sekarang banyak negara yang cenderung menggunakan kebijaksanaan anggaran surplus. Dengan anggaran belanja yang surplus berarti penegeluaran pemerintah lebih kecil daripada pendapatan yang diterima. Contohnya pajak ditingkatkan, sedang pengeluaran pemerintah dikurangi, tujuannya tidak lain adalah untuk menahan, dan kalau dapat juga berguna untuk mengurangi lau inflasi Sebaliknya dalam situasi dimana tingkat kegiatan ekonomi riel lebih kecil daripada yang seharusnya (PNB-riel < PNB-potensial), atau terdapat jurang deflasi, pemerintah akan melaksanakan kebijaksanaan anggaran belanja defisit. Sebagaimana sudah dijelaskan, anggaran belanja defisit adalah kebijaksanaan dimana pengeluaran pemerintah lebih besar daripada penerimaan pemerintah. Cara cara yang dapat dilakukan untuk itu ialah dengan meningkatkan pengeluaran pemerintah dan transfer, atau dari sisi lain jumlah pajak dikurangi. Dengan cara itu diharapkan roda perekonomian akan berjalan lebih lancar, sumberdaya dan tenaga digunakan lebih banyak, sehingga pegangguran berkurang dan pendapatan nasional dapat pula ditingkatkan. Dengan meningkatnya pendapatan nasional dan pengeluaran agregat maka dengan sendirinya jurang deflasi dapat dipersempit.
9.   Surplus Konsumen 
Surplus konsumen yaitu selisih antara jumlah yang konsumen sedia bayarkan dengan yang harus dibayar. Surplus konsumen menunjukan keuntungan yang diperoleh konsumen karena mereka membeli suatu komoditas. Keuntungan tersebut diperoleh oleh konsumen karena harga yang berlaku pada kondisi keseimbangan lebih rendah daripada harga yang mereka mau bayarkan
contoh ; saat seorang konsumen pergi ke pasar hendak membeli mangga, karena minatnya yuang tinggi ia tidak keberatan untuk membeli mangga pertama dengan harga Rp.1700/buah, tetapi di pasar didapati harga mangga hanya Rp.1000/buah. Dengan demikian, ia membayar mangga dengan harga Rp.700 lebih murah dari harga yang bersedia dibayarnya         
                 
11.  Equilibrium Price and Quantity
Perubahan Kesimbangan Pasar
Gambar A
Garis kurva permintaan berawal sepanjang garis S1 kemudian karena adanya perubahan tingkat pendapatan dan selera konsumen yang semakin meningkat menyebabkan jumlah barang yang diminta semakin meningkat sehingga garis kurva penawaran S1 bergerak keatas yang disebabkan produsen menambahkan jumlah barang (kuantitas) dan menaikan harga dari titik E0 bergerak naik menuju E1 dan membentuk titik keseimbangan harga dan kuantitas yang baru.
Misalnya : Seorang penjual perhiasan (emas) mereka menjual dengan harga Rp. 250.000/gram  dan mereka dapat menjual emas tersebut sebanayk 50 gram/hari. Karena adannya selera konsumen terhadap perhiasan tersebut meningkat dan pendapatan masyarakat pun meningkat , menyebabkan permintaan terhadap barang tersebut meningkat. Hal tersebut membuat kurva permintaan akan bergeser dari garis D1 menuju D2. Karena permintaan perhiasan disuatu pasar meningkat seorang produsen  pun menambah jumlah barang yang mereka jual menjadi 80 gram/ hari. Untuk memenuhi permintaan konsumen yang meningkat, tidak hanya jumlah barang yang di naikkan. Tetapi, penjual perhiasan  tersebut pun menaikkan harga menjadi Rp. 500.000/gram.
13.Gambar  C
 
Kurva mula – mula dari titik S1 dan garis kurva penawaran ke kanan menjadi S2 karen adanya perubahan teknologi. Titik keseimbangan bergeser dari E0 ke E1 sehingga membentuk titik keseimbangan yang baru.
15. Gambar e
Kurva permintaan berawal dari garis D1 dan bergeser ke kanan membentuk garis D2 karena permintaan bertambah akibat dari naiknya tingkat pendapatan konsumen dan biaya bahan baku naik menyebabkan harga barang menjadi naik dan penawaran menjadi berkurang yakni garis kurva penawaran S1 bergeser ke kiri menjadi garis S2 sehingga membentuk titik keimbangan yang baru
17. Gambar g
 
 
Kurva ini mnenunjukkan bahwa perubahan pergeseran garis kurva permintaan yang berawal dari titik D1 ke D2 lebih basar dibandingkan besarnya pergeseran garis kurva penawaran dari S1 ke S2. Ini berarti jumlah kuantitas barang yang diminta naik akibat adanya kenaikan pendapatan dan produsen menawarkan harga yang tinggi karena adanya kenaikan biaya bahan baku terhadap barang yang terkait dan kuantitas barang yang ditawarkan semakin menurun, sehingga membentuk titik keseimbangan yang baru.
Sumber :
-          Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung, Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI, 1999
-          Sukirno, Sadono, Mikro Ekonomi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar