Blogger Templates

Sabtu, 21 April 2012

Pendapatan, konsumsi dan tabungan (perekonomian indonesia )


1. Pengertian Konsumsi Tabungan dan Investsi
a. Konsumsi
Konsumsi (Consumption) adalah Kegiatan mengurangi nilai guna barang dan jasa, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Alat untuk melakukan konsumsi adalah dengan menggunakan pendapatan, maka kosumsi juga sering dartikan bagian pendapatan masyarakat yang digunakan untuk membeli barang atau jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan. Bagi masyarakat yang berpenghasilan kecil seluruh pendapatannya akan habis dipergunakan untuk keperluan konsumsi.
Jika dirumuskan : Y = C
Y = Yield (pendapatan)
C = Consumption( konsumsi)
Faktor yang mempengaruhi konsumsi ; pendapatan, komposisi keluarga, lingkungan, kepribadian, motivasi, sikap,budaya dan perkiraan masa depan.

b. Tabungan
Tabungan (saving) adalah bagian pendapatan masyarakat yang tidak digunakan untuk konsumsi. Masyarakat yang mempunyai penghasilan lebih besar dari kebutuhan konsumsi akan mempunyai kesempatan untuk menabung Dalam perekonomian sederhana Pendapatan Nasional akan digunakan untuk : Konsumsi dan Tabungan
Maka jika dirumuskan :
Y = C + S
Y = Yield (pendapatan)
C = Consumption( konsumsi)
S = Saving (tabunga)
Faktor yang mempengaruhi tabungan ; pendapatan, tingkat bunga, motif berjaga-jaga.

c. Investasi
Investasi (investment) adalah bagian dari tabungan yang digunakan untuk kegiatan ekonomi menghasilkan barang dan jasa (produksi) yang bertujuan mendapatkan keuntungan
Jika tabungan besar, maka akan digunakan untuk kegiatan menghasilkan kembali barang dan jasa (produksi). Tabungan akan digunakan untuk investasi.
Investasi mempunyai dampak sangat besar terhadap bertambahnya pendapatan nasional. Bila dirumuskan :
Y = C + S
Y = C + I
Sehingga I = S
Y(yield) : pendapatan
C(consumption): konsumsi
S(saving : tabungan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengusaha untuk melakukan investasi :
a) Tingkat bunga kredit
b) Jumlah permintaan barang/jasa
c) Perkembangan teknologi
d) Pajak Perseroan (perusahaan)
e) Biaya produksi
f) Kebijakan investasi & stabilitas politik
Konsumsi, pendapatan dan tabungan hubungannya sangat erat. Menurut pendapat JM Keyness dikenal dengan psychological Consumption membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
Pendapat JM Keyness sebagai berikut :
a) Jika pendapatan naik, maka konsumsi akan naik, tetapi tidak sebanyak kenaikan pendapatan
b) Setiap kenaikan pendapatan akan digunakan untuk konsumsi dan tabungan
c) Setiap kenaikan pendapatan jarang menurunkan konsumsi dan tabungan.

2. Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan
a. Fungsi konsumsi
Fungsi Konsumsi menjelaskan hubungan antara konsumsi dan pendapatan nasional kedalam bentuk persamaan digunakan beberapa asumsi sebagai berikut :
·         Jika Y = 0 masyarakat tetap akan melakukan pengeluaran konsumsi minimum (otonom)
·         Pengeluaran konsumsi tergantung dari besar kecilnya pendapatan
·         Jika terjadi kenaikan pendapatan, maka konsumsi meningkat dengan jumlah yang lebih kecil dibanding kenaikan pendapatan.
·         Proporsi kenaikan pendapatan yang akan dikonsumsi adalah tetap. Proporsi ini disebut “Marginal Propensity to Consume” (MPC)
Berdasarkan asumsi persamaan linier pengeluaran konsumsi dirumuskan :
C = a + bY
Yang menunjukkan bahwa :
Y = Pendapatan (income)
C = konsumsi
a = konstanta, besarnya konsumsi saat tidak ada pendapatan ( sama dengan nol) disebut konsumsi otonom.
b = tambahan melakukan konsumsi bila ada tambahan pendapatan, disebut hasrat konsumsi marginal, merupakan perbandingan antara perubahan pengeluaran konsumsi dan perubahan pendapatan.

Untuk menghitung besar a dirumuskan a = (APC – MPC) Y
Dimana :
APC : average propencity to consume, rata-rata hasrat mengkonsumsi dengan membandingkan antara besarnya konsumsi dengan pendapatan itu sendiri.
APC = C/Y
Untuk menghitung b Secara matematis dirumuskan :
MPC= ∆C/∆Y 
(MPC = marginal propensity to consume) 

b. Fungsi Tabungan
Fungsi tabungan menjelaskan antara tabungan dengan pendapatan diperoleh dari persamaan antara pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi masyarakat ditambah dengan tabungan masyarakat. Jadi ,
Y = C + S
S = Y- C
Padahal C = a +by maka,
C = Y - (a+by)
C = Y – a – by
C = -a + y – by
C = -a + y – by
C = -a + (1-b)y

Jadi fungsi tabungan =
S = -a + (1-b)y atau S =+(1-b) - a
Keterangan :
S = tabungan nasional
(1-b)=MPS (marginal Propensity Save) hasrat marginal menabung ), yaitu besarnya tambahan tabungan yang disebabkan oleh bertambahnya pendapatan.
(1-b) hasrat untuk menabung marjinal ( (MPS= marginal propensity to save
Secara matematis MPS =
MPS= ∆S/∆Y
a = pengeluaran konsumsi otonom /pengeluaran apabila pendapatan sama dengan nol.
S = + (1-b)Y-a
S = Y – C
S = Y – Ca + b
atau MPS = 1 - MPC, sebab MPC + MPS = 1
Karena (b) + (1-b) = 1 maka MPC + MPS = 1

c. Besarnya titik keseimbangan BEP atau break Even income (BEI)
Tingkat BEP adalah tingkat dimana besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran untuk konsumsi.
Y = C atau Y-C = 0

d. Hubungan antara MPC dengan MPS dinyatakan berikut :
 MPC +MPS = 1 atau MPC= 1-MPS atau MPS = 1 - MPC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar